SEGITIGA
Ketika
ku mengadahkan tangan
Kau
menyatukannya didepan dada
Ketika
mulut terkunci
Kau
bersuara
Si
putih?
Si
hitam?
Tak
bermata?
Mata lebar?
Minoritas
Mayoritas
Tanyakan
pada tuhan mu salah kah tuhan ku menciptakan aku ke bumi ini?
Sebelum
kau tanyakan pada tuhan mu salah kah tuhan ku menciptakan aku ke bumi ini?
Amarah
kebencian megalir di jiwa
Egoisme
bak semut ingin menguasai dunia seorang diri
Keangkuhan
sikap merasa tak bersalah
Tiap
dilema, silang kata apalagi bencana
Timpakan
pada siapa saja
Sadangkan
dirinya tak pernah menunjuk alpanya
Benarkah
semua itu?
Haha
sombong
Bagaimana
kau bisa menitih jembatan yang hampir saja roboh itu dengan satu kaki??
Bagaimana
bisa kau melewati bukit dengan merangkak diatas kawat berduri
Bagaimana??
Bagaimana??
Akankah
mampu???
Atau
hanya rintihan dan tangisan yang terjadi???
Dunia
serasa tak adil bagiku
Dan
bagi mereka yang di dera kesulitan
Langkahpun
sulit tuk di tegakkan
Berhenti
berarti mati
Berjalan
!!!! Namun tak dapat berdiri
Tiap
saat sumpah serapah ,
Berserabutan
dari seluruh raga
Menusuk
ke dalam sukma
Berbarur
dengan tarikan napas
Sepanjang
langkah kehidupan
Kau
gendong kemana mana
Sadarkah
fakta yang sebenarnya?
Bumi
bergejolak
Bima
sakti merangkak
Semesta
terbelalak
Jangan
kau bisukan telinga mu
Jangan
kau butakan mulutmu
Jangan
kau tulikan matamu
Mata
hatimu
Dalam
sekedip waktu yang menyadarkan
Yang
tersekap oleh keberagaman
Dan
terikat indahnya perbedaan.
Seperti
sebuah alunan.
Untuk
selalu saling berangkulan
Untuk memulai
persahabatan
Saat
nafas mulai bicara
Saat
jasad mulai bergerak
Dan
saat hati tertegun kuat
Menyadari
akan arti persatuan
Jangan
emosi yang kan merasuk dan membusukkan mental
Memang
tak ada yang salah diantara kita
Tapi
kau dan aku diciptakan oleh tuhan kita masing masing
Semua untuk keindahan
Sengaja diciptakan
Untuk menujukkan bahwa pencipta berkemampuan tidak
sembarangan
Maka, mengapa kita tak suka pada perbedaan di
kalangan manusia?
Setiap perbedaan dianggap nista
Bahkan tidak jarang dibunuh dan diperkosa
hak-haknya
Kau
bukan aku
Aku
bukan kau
Kita
adalah beda
Tidak
sama
Berbeda
Tapi , berbeda itu alami
Jangan menyebabkan tirani
Merasa paling agung sendiri
Yang lain termasuk kelompok yang mesti dibasmi
Berbeda
itu indah
jika kita bisa memaknainya dengan jiwa
berbeda itu manis
jika kita bisa menghiasinya dengan cinta
berbeda itu nikmat
jika kita bisa menjadikannya surga
kita berbeda...
Karena memang diciptakan tak pernah sama
jika kita bisa memaknainya dengan jiwa
berbeda itu manis
jika kita bisa menghiasinya dengan cinta
berbeda itu nikmat
jika kita bisa menjadikannya surga
kita berbeda...
Karena memang diciptakan tak pernah sama


Ijin Cover Puisi nya mbk
BalasHapusSiapa pencipta puisi segitiga ini?
BalasHapus